Tampilkan postingan dengan label Thoughts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thoughts. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2011

What Is Silence?


We used to think that silence is the absence of noise.

But what do you hear when there is no noise?

You may hear sounds that you never pay attention before.

Sounds of the rustling leaves,

sound of the wind,

sound of water,

or sound of your heart beat,

sound of your breath,

or the sound of the universe,

Aum....


Silence itself cannot be perceived,

You are the silence,

silence of the heart.


(Prajnaparamita)

Selasa, 27 September 2011

Keseimbangan.

Picture from; Gettyimages.


Setiap hari kita dihadapkan pada persoalan baru, yang suka atau tidak suka, harus kita hadapi, urai,jalani, dan selesaikan. Begitu satu soal selesai, ada ada saja persoalan lain.

Semua persoalan, semua kesulitan, sakit yang harus kita jalani, adalah cara Semesta untuk menyampaikan pesan, bahwa ada sesuatu yang tidak seimbang dalam hidup, diri, emosi,perilaku, ataupun hati kita.

Menangkap pesan Semesta mungkin agak sulit. Membuat keadaan seimbang mungkin lebih mudah dijalankan.

Seseorang yang sakit (misalnya, flu) diberikan obat A, dan cocok. Seseorang lain, dengan sakit yang sama boleh jadi tidak cocok dengan obat A, tetapi cocok dengan obat B. Begitulah, meskipun mengidap penyakit yang sama, tapi obatnya berlainan,karena tiap orang tidak ada yang sama.

Tiap orang punya keseimbangan yang beda. keseimbangan dalam hal kesehatan badan, emosi, perasaan, perilaku, hati, dll dll.

Dan, keseimbangan hari ini, bisa berubah esok hari. Pada pokoknya, persoalan, adalah masalah keseimbangan. Balance.

Jika beban berat dikiri, maka harus agak kekanan supaya tidak jatuh. Jika beban dibelakang, maka harus agak membungkukan badan supaya tidak jatuh kebelakang. Begitulah seterusnya.

Sakit menandakan bahwa ada yang tidak seimbang dalam tubuh kita. Tidak seimbang itu bisa karena makanan, minuman, terlalu lelah,atau bahkan kurang aktivitas. Sakit bisa juga karena emosi, stress, sedih, dll. Semua saling terhubung. Sesuatu yang mempengaruhi tubuh berakibat pada perasaan, atau sebaliknya.

Obat yang kita minum cuma memperbaiki sebagian kecil saja dari keseluruhan penyakit. Ada masalah yang lebih besar dibelakang tiap sakit. Keseimbangan.

Maka dari itu, banyak sakit yang kambuhan atau sering berulang.

Demikian juga dengan persoalan dan kesulitan hidup. Semua membawa pesan bahwa ada yang tidak seimbang.Dan selama kita membiarkan saja, persoalan yang sama kan datang dan datang lagi dalam paket yang beda. Sampai kita bisa mengerti pesan yang dibawa, sampai kita berhasil menyeimbangkan diri.

Senin, 26 September 2011

At home in muddy water.

Picture from; Chinesepaintings.com


Chen sering bilang kepada saya; "aku ingin pulang kampung, rindu suasana tentram dikampung, rindu sunyi dan suara angin nya, tapi,...kampungku jauh sekali, aku takut, kalau pulang, aku tidak akan kembali kesini lagi,...." Katanya tersenyum, matanya menerawang jauh melewati batas langit, entah apa yang dilihatnya.

"Aku bosan hiruk pikuk kota besar, suaranya gaduh, udaranya panas, orang orangnya tidak ramah, dan gampang marah,hati terasa sempit seperti jalan jalan yang macet, dikampung hatiku terasa lapang melihat hamparan rumput hijau, sungai mengalir,.... tapi,......" Chen mengela napas panjang, dan melanjutkan seperti bicara kepada dirinya sendiri,

"Bukankah kita seharusnya merasa nyaman dimana saja kita berada? at home in muddy water? seperti teratai? Bukankah suasana kota besar ini seperti muddy water? air keruh dan berlumpur? lihat saja , semua serba hitam pekat dan kotor, termasuk hati dan perilaku, lalu , kalau aku bilang at home in muddy water, kenapa aku merindukan air jernih dikampung? " Tanya chen kepadaku. aku tidak menjawab, karena kupikir, sebenarnya, chen bertanya kepada dirinya sendiri. Dan benar saja, ia melanjutkan dan menjawab pertanyaannya sendiri,

"Selama aku masih merindukan kampung, selama aku masih merindukan sesuatu yang lain, aku belum at home, berarti, masih banyak yang harus kubenahi didalam diriku sendiri, lihat kota besar ini, macam macam berita setiap hari kita ijinkan masuk kedalam rumah kita, berita teroris, berita perkosaan, politisi yang ribut berebut kata kata, jalanan yang macet, udara yang kotor dan berdebu, bukankah ini semua adalah muddy water? Satu waktu nanti, jika aku sudah bisa merasa nyaman didalam muddy water ini, tahulah aku, I am home!" Chen menundukkan kepalanya dan berlalu tanpa perlu komentar atau jawabanku lagi.

Sabtu, 24 September 2011

Tidak sempurna.

Picture from; okpainting.com






Saya menemui chen sedang membenahi tanaman di kebun kecilnya.Ia menggunting beberapa dahan, dan membereskan daun daun yang berserakan. Chen tersenyum melihat saya. katanya,"Dulu, kebun saya sangat rapi dan sempurna, seperti dimajalah majalah, sekarang, saya capek terus menerus merapikan," Ia tersenyum lalu duduk dikursi kebunnya, menarik napas panjang dan meneruskan, "dulu saya seorang perfeksionis. Semua harus terlihat sempurna seperti di majalah majalah. Mulai dari berpakaian , berdandan, rumah, kebun, bahkan orang orang disekeliling saya harus tampak serasi dan sempurna. Saya tidak tahan melihat ada yang kurang asri, pasti saya tegur, dan perbaiki menurut standar keindahan dan standar artistik.Jika berpergian, saya hanya akan pergi di kelas bisnis, hanya menginap dihotel terbaik, dan kendaraan yang membawa saya, harus berkilat, bersih tidak boleh kotor sedikitpun. Saya akan mengernyitkan kening melihat anak bermain lumpur, atau mengotori dinding, saya akan berteriak bila ada yang masuk kedalam rumah tanpa membuka sepaunya diteras.saya mau lantai saya bersih, berkilau, maka saya sering menggosoknya setiap hari."



Ia tersenyum lagi mengingat ingat masa lalunya, dan melanjutkan, "Tapi kemudian saya merasa capek, lelah membetulkan segala sesuatu, terutama membetulkan diri saya sendiri, tampil sempurna ternyata menyengsarakan saya. Saya melewatkan banyak kesenangan hanya demi mengejar kesempurnaan. Saya mulai mengijinkan anak anak mencoret coret sesuka hati mereka, saya belajar toleransi jika orang tampil kurang sempurna menurut standar saya, saya membesarkan hati menerima ketidak sempurnaan yang ada,... after all, mana ada yang sempurna didunia... ya kan?" Saya mengangguk mengiyakan.



Chen melanjutkan, "Ternyata, tidak sempurna membawa kebahagiaan tersendiri, saya jadi lebih toleransi terhadap segala sesuatu dan orang lain, saya jadi lebih sabar menghadapi yang kurang sempurna, saya bisa menikmati alam apa adanya,... tanpa harus membetulkan sesuatu atau mencari cari kesalahan kecil,...saya pikir, betul juga, keindahan itu terletak pada ketidak sempurnaan, ...." Chen tertawa kecil, lalu mengajak saya masuk kedalam rumah.



Selasa, 20 September 2011

Ketergantungan.

Picture from; Wikimediacommons.


"May we exist like a lotus

at home in the muddy water

thus we bow to life as it is."

(Ezra Bayda)


Ketergantungan. Mendengar kata itu langsung teringat ketergantungan akan narkoba. ketergantungan obat obatan. dll.

Ketergantungan berati tidak bisa hidup tanpa. Atau hanya bisa merasa bahagia apabila mendapatkan . Coba lihat dalam hidup kita sendiri. Ternyata banyak ketergantungan dalam hidup kita tanpa kita sadari. Ketergantungan akan sukses. Kita mengejar sukses seakan akan hanya kalau sukseslah kita bahagia.

Ketergantungan akan kesehatan. Dalam pikiran kita, kita hanya bahagia bila kita sehat. Makanya, jika kita sakit, kita akan merasa tidak bahagia, merasa marah dengan kondisi kita.

Ketergantungan akan pekerjaan, mobil, rumah, lingkungan, dll dll.

Juga, ketergantungan kita pada seseorang. Kita berpikir bahwa hanya orang itulah yang bisa membuat kita bahagia. Tanpa orang tersebut, hidup kita sia sia.

Bahkan ketika kita melihat kenyataan bahwa orang tersebut tidak bisa memberikan yang kita inginkan, dalam hati kita tetap percaya bahwa satu hari, orang tersebut bisa memberikan apa yang kita inginkan.

Padahal, tidak akan! Cuma, kita saja yang tidak mau keluar dari pemikiran kita yang menyengsarakan. Kita merasa nyaman dengan pemikiran yang membuat kita susah hati tersebut. Karena disitulah letak ketergantungan kita, Disitulah awal kesengsaraan kita.

Kita harus mengakui dengan hati yang jernih, bahwa itu adalah ketergantungan. Itu adalah langkah pertama.

Langkah selanjutnya adalah mengakui bahwa ketergantungan ini adalah penjara yang membelenggu jiwa kita. Untuk bisa bahagia, kita harus bisa keluar dari penjara ini.

Akan banyak sakit hati dan kecewa untuk menempuh jalan keluar dari belenggu ini. Tapi sekali kita melangkah, berarti kita melangkah ke arah kebebasan yang sebenar benarnya.



Senin, 19 September 2011

Gembok dan kunci.

Picture from; Warehousestock.com




Setiap guru yang memberikan ujian kepada murid muridnya pasti sudah mempunyai jawaban atas segala macam soal yang diberikannya. Tidak mungkin ada guru yang memberikan soal ujian tanpa punya jawabannya.


Demikian juga, setiap pabrik gembok, pasti membuat anak kunci utnuk setiap gembok yang dibuatnya. Biarpun setiap gembok mempunyai anak kunci yang ber beda beda, tapi semua gembok pasti mempunyai kuncinya. Tidak mungkin ada gembok yang dibuat tanpa kunci untuk membukanya.


Demikian juga ketika Semesta menyediakan berbagai macam persoalan dan ujian dalam kehidupan kita, maka Semesta pasti sudah mempunyai jalan keluarnya. Asal kita cukup bersabar, tidak putus asa, dan tidak selalu mengeluh, maka tiap ujian dan persoalan pasti ada jalan keluarnya.


Seperti juga seorang guru, tidak mungkin memberikan ujian kelas enam kepada murid kelas satu. Maka persoalan pasti disesuaikan dengan kekuatan kita. Tidak mungkin persoalan dan ujian melebihi kemampuan kita.


jadi, setiap menghadapi ujian dan persoalan, ingatlah, bahwa tiap gembok pasti ada kuncinya, tiap soal ujian pasti ada jawabannya.





Jumat, 16 September 2011

Setiap kesusahan ada penghiburannya masing masing.


Picture from; Gettyimages.



Ketika ibunya meninggal, selain merasa sedih, chen merasa kerepotan dengan segala urusan kematian dan pemakaman. Energinya yang telah terkuras menunggui ibunya selama sakit. Ketika itu, chen merasa lelah sekali. Tidak disangka tidak diduga,banyak sekali tetangga dan teman yang tiba tiba datang memberi bantuan. Bantuan datang begitu banyak dari segala penjuru. Mereka membantu apa saja, mulai dari menghibur, bantuan tenaga, bantuan materi, bantuan moril, dll dll. Semua mereka lakukan dengan suka cita, dan tanpa pamrih. Banyak yang rela bergadang menunggui jenazah almarhum. Bantuan tidak berhenti ketika pemakaman selesai, mereka masih menawarkan bantuan membersihkan rumah, mengadakan selamatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, dll dll.

Chen bilang, ia sangat bersyukur akan begitu banyaknya bantuan, bahkan dari orang orang yang tidak ia kenal. Ia bilang, tidak bisa membayangkan harus mengerjakan itu semua sendirian. Sungguh suatu berkah yang tidak diduga.



Pada setiap kesusahan pasti ada penghiburan. Pada setiap pintu tetutup pasti ada jendela yang terbuka. pada setiap kegelapan pasti ada secercah cahaya.

Kita perlu berhati besar dan punya rasa syukur untuk bisa mengenali setiap cahaya yang masuk. Pandangan kita jangan hanya terpaku pada pintu yang tertutup rapat dan meratapinya, pandang sekeliling, maka kita akan mendapati bahwa ada jendela yang terbuka untuk kita.



Jangan pula kita cuma mengutuki kegelapan yang menyelimuti kita, lebih baik menyalakan lilin untuk menerangi kegelapan.

Asal kita mau mengangkat pandangan kita dari kesusahan yang kita hadapi, kita akan melihat seberkas cahaya. Tidak ada kesusahan yang tidak berkesudahan. Setiap kesusahan ada penghiburannya masing masing.

Every cloud has a silver lining.



Kamis, 15 September 2011

Tidak ada 'Kebetulan'.

Picture from;Gettyimages.

Bayangkan. Kita sedang mengalami pecah ban dijalan, dan mengalami kesulitan mengganti ban, tiba tiba, muncul seorang kawan lama yang lewat dan menawarkan bantuan. Kebetulan?
Kita sedang repot memasak untuk pesta, tiba tiba kita ingat, lupa membeli telur dan tidak sempat untuk pergi ketoko, tiba tiba ada ketukan dipintu, seorang tetangga membawakan telur dari peternakannya. Kebetulan?
Tidak ada kebetulan didalam hidup. Semua saling terhubung satu sama lain. Kebetulan adalah pada saat keinginan kita sama dengan keinginan Semesta.
Kesulitan adalah tanda bahwa keinginan kita bertentangan dengan Semesta.

Banyak orang ngotot pada pendirian dan keinginannya. Bersusah payah mendapatkan sesuatu yang ada dalam pikirannya. Menurut saya pribadi sih, jika sudah dua atau tiga kali mencoba. dan terus gagal, itu berarti Semesta tidak setuju dengan pilihan anda. Mungkin nanti, tapi tidak sekarang.
Kenapa? Kita tidak pernah tau kenapa nya sekarang, suatu hari nanti, entah kapan, dalam perjalanan hidup kita, dan kita melihat kebelakang, semua akan  menjadi jelas,... oooo, waktu itu saya tidak bisa mendapatkan tiket dan hotel ke bali karena ternyata saya disuruh pergi ketempat lain, karena ternyata ditempat lain itu, ada orang yang membutuhkan pertolongan saya.....dll dll.

Pengalaman adalah guru yang buruk. Ia memberikan ujiannya sekarang, dan penjelasannya nanti.
Demikian pula dengan semua hal yang mengecewakan, kegagalan, dll, sekarang kita kecewa dan bersusah hati, nanti barulah kita mengerti.
Contoh yang paling banyak diceritakan adalah orang yang ketinggalan bis nya, dan tidak bisa melanjutkan perjalannya, sehingga terpaksa bermalam. Ia besungut sungut sepanjang malam, marah marah, kecewa, dll, keesokan harinya ia mendapat berita bahwa bis yang terlewat itu masuk jurang, dan semua penumpangnya meninggal. Pada saat itu ia bersyukur bahwa ia terlambat naik ke bis tersebut.Tidak ada kebetulan. Yang ada adalah Semesta menunjukkan suatu pesan kepada kita. Dan, tergantung kepekaan hati kita untuk bisa membaca pesan itu.

"Coincidence is God's way of remaining anonymous"
Albert Einstein.