Kamis, 27 Januari 2011

Without jugding.

Picture; From my paintings.
*
*
Ketika kita bertemu orang ataupun melihat sesuatu,
pada pandangan pertama, walaupun dalam hati, kita
cenderung menilai.
Kita menilai baik atau buruknya orang lain dari
penampilannya, mobilnya, gaya bicaranya, dll.
Kita menilai suatu keadaan dari suka atau tidaknya kita
pada keadaan itu. Kalau kita suka, maka nilainya baik,
kalau tidak suka, maka nilainya buruk.
Kalau bermanfaat bagi kita, baik, kalau tidak, buruk.
Carl Rogers, seorang psikolog, mengatakan,
cobalah melihat segala sesuatu seperti kita melihat
suatu pemandangan alam.
Ketika kita melihat dan menikmati pemandangan alam,
kita kan tidak berkata, coba ya kalau saja gunungnya lebih
tinggi sedikit, air terjunnya berwarna lebih biru,
sungainya lebih bagus kalau mengalir kesana, bukan kemari,
bunganya lebih bagus kalau kuning, bukan merah, dll dll.
Tidak. Kita cuma diam, menikmati pemandangan yang
terhampar didepan kita. Tanpa menilai.
Kita akan lebih berbahagia, tenang, dan damai, apabila
bisa menghadapi segala sesuatu tanpa menilai.

Selasa, 25 Januari 2011

Happiness is up to you.

Picture; From my watercolors.
*
*
Jika ditanya tujuan hidupnya, hampir semua orang mengatakan,
'saya ingin bahagia'. Bahagia itu bagaimana?
Buat para atlet, mungkin bahagia apabila bisa menang
dalam pertandingan. Buat para ibu, bahagia apabila melihat
anaknya tumbuh. Bagi sebagian orang bahagia apabila-
menang lotre, atau bisa pergi liburan keluar negeri.
Buat sebagian lagi, bahagia apabila hari ini bisa makan.
Bisa membayar uang sekolah anak. dll.dll.
Tapi, bagi saya, itu bukanlah kebahagiaan.
Itu semua adalah kesenangan sementara, yang akan sirna,
karena setelah mendapatkan apa yang diinginkan,
pastilah akan timbul keinginan akah hal lain lagi.
Bahagia itu jauh melampaui semua kesenangan.
Bahagia itu ada didalam hati, tenang, damai, merasa cukup,
Bersyukur dalam keadaan apapun.
Bahagia itu adalah sebuah pilihan.
Keputusan. 'Ya, saya mau bahagia !'
*
A couple were celebrating their 50th anniversary.
Some friends asked the wife, ' Does your husband makes-
you happy?'
To all the guests and her husband surprised, she answered,
'No, he doesn't make me happy'
The room was still. The husband listened carefully,
she continued,
'I AM happy,....
I am the only person upon which my happiness depends,
I made the choice to be happy in each situation,
and each moment of my life,
Everything changes continually,
Friends, families, wealth, body, health, climate,
So, no matter whatever change we faced,
I decided to be happy, and experience the circumstances
with understanding, accepting, helping, giving,
gratitude, patience and wisdom,
I lived and practice them all,
That makes me a happy person...'
*
Happiness is a journey,
Not a destination.
(Budhha)

Jumat, 21 Januari 2011

Letting go of anger.

Picture; from my pastels.
*
*
Bukan hal yang mudah menghadapai orang yang marah.
Sulit menahan perasaan dan emosi untuk tidak ikut
balas marah juga.
Begitu juga menghadapi persoalan yang memancing
emosi kita.
Hal pertama yang dilakukan begitu kita merasa
emosi kita sudah mulai meninggi, adalah
menarik nafas dalam2, lalu menghembuskannya
pelan pelan lewat mulut.
Setalah dilakukan beberapa kali, niscaya emosi kita
akan berkurang banyak.
Hal kedua, adalah mengamati emosi kita.
Hanya mengamati saja, tanpa ikut larut didalamnya.
*
Just like our organs, our anger is also a part of us,
when we are angry, we have to go back to ourselves,
and take good care of our anger.
We cannot say, 'go away anger, I don't want you,'
When you have a stomach, you don't say,
'go away stomach, I don't want you'
No, you take care of it.
In the same way, we have to embrace and
take care of our anger.
(Thich Nhat Hanh)
*
Just because anger or hate is present,
doesn't mean that the capacity to love and accept
is not there;
Love is always with you.
(Thich Nhat Hanh)
*
Hal ketiga, adalah merenungkan apa sebabnya orang itu
marah kepada kita. Mungkin saja ia mengalami hari
yang sulit, mungkin ia banyak persoalan, mungkin ia tidak
pernah diajarkan untuk menahan diri, mungkin juga
ia dibesarkan dalam keluarga yang penuh kemarahan,
mungkin ia sakit darah tinggi, dll.
Dengan merenung, kita berusaha mengerti orang itu.
Dengan mengerti, rasa marah dan benci hilang,
berganti dengan mengasihani, ataupun mengasihi.
*
Compassion is a capacity to feel what it is like
to live inside someone's else skin.
It is understanding that the other person
also deserves happiness as I do.
(Thomas Merton)

Kamis, 20 Januari 2011

In my life.

Picture; From my vintage photographs collections.
*
*
There are places,
I remember,
In my life, though some have change,
Some forever not for better,
Some are gone and some remain,
All this places have their moments,
With lovers and friends I still can recall,
Some are dead and some are living,
In my life, I've loved them all.
*
(The Beatles/Sean Connery)

Selasa, 18 Januari 2011

Difficult people.

Picture; from my paintings.
*
*
Setiap hari, kita bertemu orang2 yang punya kepribadian
yang 'susah', dan 'aneh'.
Kalau berbicara dengan mereka, rasanya menjengkelkan,
kita rasa, tingkah lakunya juga menyebalkan.
Tapi, biasanya kita diam saja, mengalah, tidak marah,
paling2 menghindari mereka.
Apakah mereka merasa kalau dirinya punya kepribadian
yang menjengkelkan?
Saya rasa tidak.
Semua orang mengukur orang lain dengan
sepatunya masing2.
Mereka yang murah hati, menganggap orang lain
juga murah hati, sehingga kaget kalau ada orang yang pelit.
Mereka yang pembohong, menganggap orang lain
juga berbohong, para pencuri, mengira semua
orang juga mencuri.
Jadi, orang2 dengan kepribadian yang 'susah', pastilah
merasa diri mereka paling benar.
Kita tidak usah marah kepada mereka, tidak usah
membalas perlakuan buruk mereka, justru, kepada-
merekalah kita harus berbaik hati.
*
People are unreasonable, illogical, self centered,
forgive them anyway,
If you are kind, people may accused you of selfish,
ulterior motives, be kind anyway,
If you are honest, people may cheat you,
be honest anyway,
What you spent years building, someone could
destroy overnight,
build anyway,
If you are happy, they might be jealous,
be happy anyway,
The good you do today, people will forget by tomorrow,
do good anyway.
*
If they're unkind, just be kind, if they cheat,just-
be honest, if they forget your good deeds, just do good,
In the end, it is between you and God,
not you and them.

Sabtu, 15 Januari 2011

Blaming others.

Picture; From my paintings.
*
*
Ketika seseorang bercerita tentang masalah yang dihadapinya,
dia menyalahkan semua orang dekatnya.
Dia bercerita dengan emosi tinggi, menyalahkan semua orang
untuk ketidak bahagiaannya.
Perlu kerendahan hati untuk mengakui bahwa
diri sendiri juga punya andil kesalahan.
Terlebih lagi, perlu kebijakan untuk tahu bahwa
tiap persoalan adalah 'pesan' yang dikirim
dari Semesta untuk kita pelajari.
*
He who blame others still has a long way to go on his journey.
He who blame himself is halfway there.
He who blame no one has arrived.
(Chinese proverb)

Jumat, 14 Januari 2011

Tidak ada yang hilang.

Picture; From my watercolor paintings.
*
*
Ketika ada seorang teman yang kehilangan barang,
bapak mengatakan;
"Tidak ada barang yang hilang, barang cuma berpindah tempat,
atau berpindah bentuk saja."
Hal itu mengingatkan saya akan kutipan yang saya baca
disalah satu buku Ajahn Brahm, entah yang mana, saya lupa,
'Sejak awal dunia ini ada, tidak ada yang bertambah,
tidak ada yang berkurang, semua
hanya berubah bentuk dan tempat saja.'
*
Setetes air hujan yang turun di rumah anda,
jatuh ke selokan, mengalir ke sungai, kemudian
akhirnya berlabuh ke laut.
Panas matahari menyebabkan air laut menguap
menjadi awan yang ditiup angin entah kemana.
Satu waktu cuaca berubah menjadi dingin, awan menjadi tebal,
kemudian turun menjadi hujan.
Setetes air hujan kembali turun kebumi,
dibelahan lain dunia ini, entah dimana.