Tampilkan postingan dengan label Thoughts.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thoughts.. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Maret 2011

Dalam sebutir nasi.

Picture; From Art.com.
*
*
Setiap hari kita menyantap sepiring nasi.
Pernahkah terpikir, ada apa saja dalam sepiring nasi?
Menurut Thich Nhat Hanh, dalam tiap butir nasi
terdapat banyak hal.
Dalam tiap butir nasi,
ada air, ada tanah, ada angin, ada hujan,
ada kerja keras, keringat saudara saudara kita para petani,
ada energi untuk membawa padi ke rumah kita,
mungkin diangkut pakai kuda, pedati, atau mobil,
ada api ,kayu, atau kompor besi atau aluminium untuk menanak,
ada ber macam macam elemen didalam sebutir nasi,
Setiap kali kita mengunyah sesuap nasi,
kita mengunyah banyak elemen yang ada.
Semua yang ada di alam semesta, saling tergantung
satu sama lainnya, tidak ada yang bisa berdiri sendiri.
Sudah selayaknya kita lebih menghargai hal hal kecil,
bukan saja pada sebutir nasi,
tapi juga asal mula berbagai macam sayuran
dan lauk disekitar kita.
.

Sabtu, 12 Maret 2011

Kebaikan kecil.

Picture; From Gettyimages.
*
*
Orang orang yang berkunjung ke sebuah pantai sering
melihat seorang perempuan tua,yang kelihatannya selalu
sedang memungut sesuatu dari pantai.
Karena tidak tau apa yang dikerjakan perempuan tua tersebut,
dan penampilannya lusuh, mereka cenderung menganggap
perempuan itu gila.
Mereka yang berpapasan dengan perempuan tua tersebut,
biasanya menghindar, dan pengunjung melarang
anak anak mereka berada dekat perempuan tua itu.
Belakangan mereka tau, bahwa perempuan tua yang mereka
anggap gila tersebut, memunguti-
botol atau gelas yang pecah dipantai, supaya pecahan pecahan
kaca tidak menusuk kaki para pengunjung pantai.
.
Seorang teman yang setiap hari jalan pagi, selalu berjalan sambil-
menunduk, melihat apakah ada paku atau benda tajam
di permukaan jalan.
Ia memunguti paku dan benda benda tajam yang ia
temukan dan melemparkannya ke selokan.
Ia berkata, 'supaya mobil atau motor yang lewat,
tidak kempes ban nya, mana tau,mereka yang lewat
sedang terburu buru, kasihan jika harus membuang waktu
mengganti ban, ....'
.
Banyak kebaikan kebaikan kecil yang dapat
kita lakukan sehari hari tanpa harus diketahui
orang lain.
Tidak usah menunggu untuk membuat kebaikan
besar, seperti, mendirikan sekolah gratis, rumah sakit gratis,
panti asuhan, dll, buatlah kebaikan kecil setiap hari.
Kebaikan besar itu, bisa terdiri dari banyak
kebaikan kecil.
.

Jumat, 11 Maret 2011

Menumpuk Barang.

Picture; From Gettyimages.
*
*
Pernahkah anda masuk kerumah orang lain, dan melihat,
betapa penuh rumahnya dengan macam macam barang?
Tumpukan koran dan majalah bekas sampai hampir
menyentuh langit langit rumah, belum lagi
macam macam ukuran kardus bekas, kemasan makanan,
plastik pembungkus, baju baju lama,
macam macam prakarya dari jaman sekolah dulu,
kursi, atau meja yang sudah patah kakinya,
dan macam macam kertas bekas kado, kertas kwitansi dll dll.
pokoknya untuk berjalan saja susah.
Tentu saja tumpukan barang yang memenuhi seluruh rumah
mempengaruhi kualitas hidup orang yang hidup didalamnya.
Udara tidak leluasa masuk dan keluar, belum lagi,
kemasan kemasan lama menebarkan bau yang tidak sedap.
Menurut Peter Walsh, menumpuk barang yang tidak perlu
sedemikian banyaknya, adalah karena
orang tersebut tidak bisa membuang kenangan dari tiap barang.
Mereka merasa aman hidup dalam kenangan lamanya,
dan sukar menerima kenyataan baru.
Sebagian lagi, merasa aman dengan selalu berbelanja,
selalu membeli, tanpa tega membuang yang lama.
Kenangan ada baiknya.
Tapi harus ada keseimbangan,
antara yang lama dan baru,
antara yang perlu dan tidak perlu
antara mimpi dan kenyataan.
Bukankah daripada barang dibiarkan menumpuk
lebih baik disumbangkan?
Daripada cuma memenuhi rumah, bukankah lebih baik
bila barang barang bisa bermanfaat bagi banyak orang?
Memberikannya kepada orang lain, selain akan
membahagiakan si penerima, juga akan
membahagiakan yang memberi.